www.sang-pakar.site Aneka Pengetahuan Dalam Kegiatan Ranjang

1. Ejakulasi Prematur (Sperma yang Keluar Terlalu Cepat)

Masalah
keluarnya sperma yang terlampau cepat selalu menghantui banyak orang
(khususnya pria), karena disini menentukan sekali bagi tercapainya
kepuasan, baik untuk diri sendiri maupun bagi pasangannya. Suatu hal
yang paling vital, tetapi justru merupakan problem yang mencemaskan
pada banyak orang. Seharusnya suatu hubungan sex tidak boleh lebih
cepat dari 2 menit, terhitung sejak saat masuknya penis pada vagina,
atau setidaknya harus diatas 20 sampai 30 jurus ehek-ehek (hubungan
seksual). Tetapi masalahnya tidak seremeh yang direncanakan, karena
pada kenyataannya banyak sekali para pria yang tidak mampu untuk
mempertahankan diri untuk tidak orgasme terlampau cepat daripada
batasan waktu dan jumlah gerakan seperti yang disebutkan di atas. Ini
dapat dikatakan sebagai cabang daripada impotensi sesksual.

Dan
terdapat banyak pria yang begitu penisnya masuk ke vagina pasangannya,
maka pengekangan dan kontrolnya lepas, dan terjadilah orgasme. Sehingga
tingkat hubungan seksual yang normal pun tidak terjangkau. Setelah
terjadi orgasme, maka pada umumnya terjadilah jangka waktu yang tidak
berdaya pada pihak pria dan tingkat pengulangan merupakan tanda tanya
besar pula, apalagi jika memang diinginkan dengan segera untuk dapat
menambal kekurangan yang telah terjadi.

Jika peristiwa semacam
ini terus berlangsung pada saat kegiatan ehek-ehek, maka disangsikan
akan dapat tercapai keharmonisan yang sejati dari pasangan berbeda
kelamin itu. Untuk dapat mengatasi keadaan yang demikian, yaitu dengan
permainan yang pendahuluan yang panjang seperti pemanasan begitulah.
Pemanasan sangat penting karena disamping untuk melamakan kegiatan
ehek-ehek juga untuk dapat mengontrol emosi dan untuk mengontrol
permainan. Disini yang memegang peranan penting biasanya adalah pihak
pria. Tetapi bila ada pasangan seorang wanita lebih berpengalaman,
biasanya dialah yang memegang peranan penting.

Disini yang
paling untung sebetulnya adalah pihak wanita, karena meskipun dia sudah
keluar lebih dulu, tetapi permainan masih dapat dilanjutkan. Tetapi
bila pria yang keluar duluan, maka kemungkinan 90 % permainan akan
selesai, tamat begitulah.

Dari sini kita dapat menyimpulkan
pihak wanita sebetulnya lebih kuat ngesex-nya daripada pihak pria.
Karena biasanya pihak pria itu sudah keluar sampai 5 kali. Dia sudah
pasti tidak mungkin main lagi, tetapi kalau wanita, mereka mau keluar
sampai 10 kali pun masih tetap dapat melanjutkan. Karena itu sebagai
pihak pria harus dapat menemukan formula yang pas untuk dapat
melaksanakan permainan itu.

2. Meledaknya Rangsangan Sex

Bagi
pria ataupun wanita, orgasme atau klimaks merupakan suatu tingkat
dimana ransangan sex mencapai kepuasan yang sebesar-besarnya. orgasme
yang terjadi bersamaan waktunya adalah suatu kejadian yang paling
menyenangkan diantara segalanya yang telah dilakukan sebelumnya. Tetapi
kenyataan membuktikan, bahwa banyak sekali fakta yang menyebabkan
kesukaran dalam mencapai orgasme yang bersamaan. Dan justru kelemahan
pria adalah setelah mencapai orgasme, dimana penisnya akan menjadi
kecil.. kecil.. dan kecil.., serta memerlukan beberapa waktu kemudian
yang tidak dapat ditebak dengan pasti untuk melakukan fungsinya kembali.

Dengan
demikian, maka apabila di dalam hal ini pihak pria mendahului mencapai
orgasmenya, maka si wanita akan menderita secara langsung, sebab
vaginanya masih belum mengeluarkan laharnya, yang merupakan tanda bahwa
dia puas. Oleh karena itu banyak wanita yang mencari pria lain agar
dapat memuaskan vaginanya.

Tetapi dengan cara tertentu akan
dapat menolong hubungan sex itu, misal dengan cara melakukan suatu
pemanasan selama mungkin dengan cara yang jitu agar dapat membangkitkan
kegairahan pihak wanita. Kalau si wanita dapat teransang, maka meskipun
kegiatan ehek-ehek tidak berjalan lama, maka itu tidak jadi masalah,
karena pihak pria telah menunaikan tugasnya, yaitu memberi kepuasan
pada pasangannya. Dan ingat, wanita dapat bertahan meskipun dia sudah
10 kali keluar, tetapi kalau dia keluar duluan pihak pria akan santai
nantinya.

Bagi wanita sendiri pun di dalam mencapai orgasmenya
tidak seperti pria, yaitu memancarkan suatu bentuk cairan, tetapi
tampak sebagai suatu rangkaian kegairahan yang menggetarkan perasaan,
vagina dan sekitar klitoris, dan biasanya dirinya seakan-akan tidak
terkuasai untuk melakukan gerak tertentu yang mendebarkan, seperti
mempererat rangkulannya, mempererat jepitannya, mencakar, melakukan
gigitan dengan disertai napasnya yang tersengal-sengal… wow!Tetapi
tidak seperti pihak pria yang begitu mendapatkan orgasme, dituntut
suatu istirahat, sebaliknya wanita dapat mencapai orgasme beberapa
kali, tergantung dari keinginan serta kegairahan yang dimiliki oleh
masing-masing wanita dalam menerima ransangan dari pasangannya.

Beberapa tugas pria saat kegiatan sex :

a.
Anda harus dapat meningkatkan kemampuan dengan pengetahuan yang
berhubungan dengan titik-titik kelemahan atau kemesraan secara khusus
di tubuh pasangan anda. Walaupun dapat dikatakan setiap orang memiliki
zone yang umum, tetapi pasti ada keistemewaan-keistimewaan tertentu
yang patut menjadi perhatian, sehingga perangsangan terhadapnya akan
mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Di dalam hal ini, selain
instink anda berbicara, perlu adanya sikap keterbukaan dari pasangan
anda untuk dapat memberikan petunjuknya yang lebih tepat. Jika dia
malu-malu untuk memberikan keterangan tentang hal itu, maka berilah
pengertian yang mendalam betapa pentingnya semua itu bagi anda berdua,
khususnya dalam memberikan kesenangan padanya sendiri.

b.
Selanjutnya sebagai pria, anda harus dapat memperdalam sedemikian rupa
untuk mengenal adanya berbagai macam variasi yang seakan tiada
habis-habisnya dalam hal permainan pendahuluan atau pemanasan. Sangat
mutlak bagi anda berdua untuk bersama-sama mempelajarinya dengan
pengertian yang mendalam, sehingga apa-apa yang ada ini akhirnya
menjadi suatu tindakan yang tidak hanya merupakan hafalan saja, tetapi
menjadi bagian kehidupan sex yang terkombinasi sedimikian hidupnya.

c.
Adalah suatu kebanggan tersendiri jika nantinya dapat terjadi orgasme
pada pihak wanita terlebih dahulu beberapa kali sebelum akhirnya
dibarengi dengan orgasmenya sendiri yang bersamaan dengannya.

Beberapa tugas wanita saat kegiatan sex :

a.
Walaupun sikap seorang wanita adalah pasif, tetapi hendaknya di dalam
hal ini anda tidak berdiam diri saja dengan membiarkan pihak pria untuk
melakukan segalanya. Bagaimanapun juga seorang pria juga memerlukan
pembalasan keaktifan dari anda pasangannya dalam berbagai macam hal,
yang dimulai dari saat permainan pendahuluan sampai pada saat penis
pasangan anda memasuki vagina anda. Khususnya di dalam kegiatan
ehek-ehek yang memiliki keaneka-ragaman teknik, haruslah dapat
dimengerti secara mendalam oleh pihak wanita, sehingga pada saat-saat
diperlukan, maka anda dapat berlaku terlebih aktif atau melakukan
inisiatif untuk mengadakan hubungan dengan posisi-posisi tertentu yang
dapat lebih memberikan rangsangan kepada diri anda sendiri untuk dapat
mencapai orgasme. Jadi setiap tindakan pasangan anda harus mendapat
imbangan yang dapat memuaskan batinnya.

Berapa banyak pihak
wanita yang membuat kesalahan besar pada keadaan yang demikian ini
dengan bersikap layaknya patung saja, sehingga yang mengalami kerutinan
dari tanggapan wanitanya yang dianggap terlampau dingin. Expresi wajah
dan segala macam hal yang bersangkutan dengan suatu kegairahan tidak
perlu ditahan-tahan, karena jelas itu menunjukkan suatu kebodohan yang
tidak terpuji. Seakan-akan di dalam hal ini anda menunjukkan akan
ketidak-becusan pasangan anda sendiri. Anda di dalam hal ini harus
menunjukkan suatu kehangatan dalam memberikan sambutan, karena
kejantanan seorang pria adalah terletak disini, dan jika ia tidak
mendapatkan kepuasan dalam perasaannya melihat tingkah laku pasangannya
yang seakan-akan acuh tak acuh, maka tidak aneh lagi kalau ia akan
mencari hiburan di tempat lain.

b. Anda harus menunjukkan sikap
kefeminiman dengan berlaku semesra mungkin yang dapat menciptakan
kehangatan benar-benar dalam suasana seperti itu. Bila perlu sebelum
pasangan anda datang ke rumah, anda bisa bertelanjang bulat, jadi bila
pasangan anda datang, maka ya.. ya.. ya.

c. Anda harus bersikap
terbuka untuk seakan-akan sambil lalu saja untuk memberikan penjelasan
tentang titik-titik kemesraan yang memang anda rasakan, dan ini akan
menyadarkan serta memberikan pengarahan di dalam peristiwa pendahuluan
yang terjadi nantinya. Dan di dalam hal ini pun tidak ada suatu
peraturan yang menetapkan bahwa anda hanya bersikap menerima saja,
tetapi juga dapat sekaligus memberikan pelayanan pembalasan yang dapat
memberikan kesenangan secara timbal-balik.

3. After Play (Tindakan Setelah Selesai Permainan)

Tingkat
tindakan setelah suatu permainan ehek-ehek juga memegang peranan
tersendiri. Ini jarang mendapat perhatian yang serius dari banyak
pasangan yang seakan-akan tidak begitu menghargai akan hal ini, dan
juga memang karena ketidak-tahuan.

Biasanya setelah suatu
permainan selesai, maka si pria khususnya dengan cepat-cepat bertindak
menuju ke kamar mandi meninggalkan pasangannya. Ia kurang begitu
menyelami akan perihal yang dirasakan dengan keinginan pasangannya
secara lebih mendalam.

Afterplay akan mempunyai seni tersendiri
yang harus dimengerti oleh setiap pasangan, dan disini mempunyai
kespesifikasiannya sendiri.

Tindakan yang harus diperhatikan
oleh pria, yang pertama-tama adalah jangan menarik penisnya dari vagina
pasangannya begitu selesai dengan tugasnya, tetapi yang lebih tepat
kiranya adalah dengan membiarkannya untuk beberapa saat di dalammya
dengan cukup mengubah posisinya sedemikian rupa, sehingga keduanya
dapat beristirahat dengan santai sambil merasakan penurunan
kegairahannya dengan perlahan-lahan. Disini akan dapat menimbulkan
suatu keindahan dalam bentuk lain yang dapat anda rasakan sendiri
berdua nantinya, apalagi jika keduanya dapat tertidur lelap dalam
keadaan ini, maka perasaan yang indah terpadu dengan sedimikian rupa
yang dapat mempererat secara lebih mendalam pada keduanya.

4. Frekuensi Hubungan Sex

Banyak
kita dengar suatu pembicaraan yang berkisar pada hal yang bersangkutan
dengan frekuensi atau jumlah daripada suatu hubungan sesksual, dimana
akhirnya satu sama lain akhirnya memiliki perbedaan-perbedaan, dan
terkadang terdengar secara menyolok sekali. Tetapi sayangnya sedemikian
jauh masih banyak para wanita yang tidak mendapatkan kesenangan secara
mutlak di dalam hubungan ini, dan bahkan ada yang justru tidak pernah
merasakan orgasmenya.

Sebetulnya setiap pasangan mempunyai
kebutuhannya masing-masing yang tidak dapat saling membandingkan dengan
pasangan lainnya, karena tingkat kebutuhan itu sendiri adalah
tergantung dari nafsu masing-masing orangnya, serta dapat tidaknya
tercapai kepuasan daripada hubungan yang dilakukannya itu, khususnya
yang dipunyai oleh para wanita. Jelas, bahwa khusus bagi seorang wanita
adalah lebih utama memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan kualitas dari
hubungan yang terjadi, dan bukan tergantung dari kuantitasnya.

Kejadian-kejadian
dalam hubungan sesksual itu sendiri menunjukkan ada yang membutuhkan
hubungan itu setiap hari, ada yang jadwalnya 2 hari sekali, seminggu 2
kali, sebulan 1 kali, aduh.., mana tahan ya pembaca. Tetapi sedemikian
jauh takaran yang kami uraikan di atas, juga masih belum lengkap dan
tepat, karena ada juga pasangan yang tidak tetap hasratnya, terkadang
dalam sebulannya melakukan hubungan sebanyak sampai 20 kali, dan bulan
berikutnya hanya mengalami 2 kali hubungan. Dengan demikian, maka
ternyata keadaan sehari-hari turut juga mempengaruhi akan hubungan
sesksual ini.

Dan dari keadaan itu perlu pula ditambahkan, bahwa
dalam setiap pasangan itu sendiri dengan secara jelas juga mempunyai
ketidak-seimbangan dalam hasratnya.

Dalam suatu penyelidikan oleh para ahli sex didapatkan kenyatan, bahwa :

a. Didapatkan 50 % wanita Indonesia ternyata dapat dikatakan memiliki hasrat yang lebih besar daripada para pria.

b. 10 % didapatkan mempunyai keseimbangan yang sama dalam hasratnya dengan pasangannya.

c. Sedangkan sisanya adalah sebanyak 40 % adalah menunjukkan hasrat para pria yang melampaui wanita.

Tetapi
disamping menunjukkan potensi yang tinggi dalam hasratnya itu, juga
terdapat hal-hal yang menyedihkan, yang menunjukkan diantaranya ada
juga golongan pria yang ternyata hasratnya benar-benar tidak memadai
wanitanya, atau termasuk tidak normal. Seakan-akan tidak mempunyai
hasrat sama sekali dalam mengadakan hubungan seksual dengan
pasangannya. Dan ini termasuk suatu kejadian yang cukup menyedihkan.
(Termasuk saya pembaca, saya sedih melihat hal ini, masa “Hercules”
bisa kalah sama “Xena”.. ya nggak..?)

Walaupun terdapat
kepincangan-kepincangan di dalam hal hasrat diantara pasangan ini,
tetapi letak kebahagiaan mereka sebenarnya juga terletak pada adanya
rasa saling menyesuaikan. Disini letak pentingnya, sehingga mereka
dapat terhindar dari adanya rasa tidak puas satu dengan lainnya yang
dapat menggoyahkan segalanya.

Dan demikian pula yang terjadi
dengan letak pengambilan inisiatif, maka disini didapatkan masih tetap
dipegang oleh golongan pria dengan terbukti sekitar 51 %, sedangkan
para wanita sekitar 49 %. Jadi dengan perkembangan ini, dapat
disimpulkan bahwa para wanita mulai mengambil tempat pria dalam
kegiatan ehek-ehek ini.

SEKIAN

Aneka Pengetahuan Dalam Kegiatan Ranjang