Bercumbu Dengan Tante Linda

15th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1585 Views | No Comments

www.sang-pakar.site Bercumbu Dengan Tante Linda

Dan
sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini.
Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita
denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak
dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum
orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk
sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan
Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu
hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan
tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas
sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang
begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya
dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering
memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang.
Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi.
Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.

Sampai pada
hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi
aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat
gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan
kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil.
Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15
cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu
Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking
kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang
itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang
sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

“Hayyoo lagi ngapain kamu De?”

“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.

Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.

“Ada apa sih Tante?” tanyaku.

“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”

“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.

“Tapi jangan lama-lama yah”, kata Tante Linda lagi.

Setelah
itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku
beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi
porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.

Melihat
film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang
kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu
Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat
dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya
yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat
pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa
apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku
mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring.
Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil
tersenyum ke arahku.

“Lagi ngapain sih kamu De?”

“Ah nggak Tante..”

Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.

“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”

“Ah
nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa
kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya
kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini
tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak
terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

“Menurut kamu Tante seksi nggak De?” tanyanya.

“Wah seksi sekali Tante”, kataku.

“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.

“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.

“Ah masa sih?” tanyanya.

“Iya bener Tante, sumpah…” kataku.

Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,

“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”

“Mmaaauu
Tante…” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku
sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba
mendekatkan diri pada Tante Linda.

“Wahhhh barang kamu gede juga ya De…” katanya.

“Ah Tante bisa aja deh… Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya…” kataku.

“Ah
nakal kamu yah De”, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di
atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang
tangannya.

“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.

“Ah yang bener nih?” tanyanya.

“Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.

“Pegang apa?” tanyanya.

“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.

“Ah boleh aja kalo kamu mau.”

Wah
kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya,
takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus
kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.

“Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.

“Loh kok dilepas sih De?”

“Ah, takut Tante marah”, kataku.

“Ooohh nggak sayang… kemari deh.”

Tanganku
digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya
sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya. “Aaarrhh…
sshh”, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba
mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut
ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali
sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. “Ahhh
kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan
kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.”

“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.

“Oohhhh
silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya
yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku,
langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi
itu. “Aahhh… arghhh…” lagi-lagi Tante mengerang-erang keenakan.
“Teruss.. terusss sayang… ahhh enak sekali…” lama aku menjilati
buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga
tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan
bening pelumas di atas kepalanya.

Lalu sekilas kulihat tangan
Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku
pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. “Aahhh buka
saja sayang… jangan malu-malu… ahhhh…” nafas Tante Linda
terengah-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka
celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang
keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante
Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan
bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh
dengan rambut. Lalu dengan pelan-pelan kumasukan jari tengahku untuk
menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. “Aahrrrh… sshh…
enak De.. enak sekali”, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang
kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu,
lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun
naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia
menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah
dadanya sendiri. “Aahhh… sshhh come on baby.. give me more, give me
more… ohhhh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan
jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin
basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar
sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku
sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, “Oohh
aaahh… Tante sudah keluar sayang… ahhh”, sambil menjerit kecil
pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus
menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati
sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia
menarik tubuhku ke atas sofa. “Wah ternyata kamu memang hebat sekali,
Tante sudah lama tidak sepuas ini loh…” sambil mencium bibirku
sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda.
Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh
Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah
semakin keras itu. “Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku.
“Sekarang giliran Tante sayang… Tante akan buat kamu merasakan
nikmatnya tubuh Tante ini.

Tangan Tante Linda segera
menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku
dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak
juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau
kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu.
Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena
bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. “Aahhh…
shhh,”, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku
mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah
pentilnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan
kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin
blingsatan.

“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”

“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang…”

“Aahhh kamu emang pandai muji orang De..”

Sementara
itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya
sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu
Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku
sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada
akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati
batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De… nggak
disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Linda
memuji-muji batang kemaluanku.

Sedetik kemudian dia mulai
mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening
pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan
lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya
service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka
mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil
menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga
basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus
rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok
sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa
menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan
desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu
kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang
di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia
mengangkang tepat di depanku.

“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan
kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante
disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”

“Iiiya Tante”, kataku.

Lalu
aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante
Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke
bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit
keenakan, “Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan
tanggung-tanggung masukinnya…” lalu aku mendorong masuk batang
kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini
sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar
sekali itu. “Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang..
terus-terus… ahhh”, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke
dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan
kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk
semuanya.

Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan
perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga
ikut-ikutan bergoyang-goyang. “Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali
karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti
dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya
seperti empotan ayam. “Uuaahhh..” sementara itu aku terus menjilati
puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi
keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku
keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. “Ooohh
shhh sayang… enak sekali ooohhh yess… ooohh good… ooh yes…”
mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan
permainan ini, “Aahh… cepat sayang Tante mau keluar ahh”, tubuh Tante
Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik
rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram
kepala batang kemaluanku yang lagi merojok-rojok lubang kemaluan Tante
Linda. “Aahh… shhsss.. yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang
menikmati sisa-sisa orgasmenya.

“Wahh kamu memang bener-bener hebat De… Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.”

“Iiya
Tante… bentar lagi juga Ade keluar nih…” sambil terus aku
menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan
berdenyut-denyut itu.

“Ahh enak sekali Tante.. ahhh…”

“Terusin
sayang.. terus… ahhh.. shhh”, erangan Tante Linda membuatku semakin
kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.

“Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.”

“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih…” kataku.

“Aahh
Ade sayang… keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau
ngerasin.. ahhh… shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang…”

“Iiiyyaa…
Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang
kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk
lobang kemaluannya.

“Aahhh… ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau
keluar nih.. ahhh”, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas
buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil
mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh…
shhh…” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga
kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat.
“Seeerr.. serr… crot.. crot…” “Aahhh enak sekali Tante… ahhh
harder.. harder… ahhh Tante…” Selama dua menitan aku masih
menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu.
Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang
jagoan De…” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak
tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya
untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku
dihisap Tante Linda.

Setelah kejadian ini kami sering melakukan
hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang
banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan
bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.

TAMAT

Bercumbu Dengan Tante Linda