Kakak Ipar Cantik Membuatku Nekat

16th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 2559 Views | No Comments

www.sang-pakar.site Kakak Ipar Cantik Membuatku Nekat

Sebelumnya saya memperkenalkan diri saya
seorang executive muda berumur tigapuluhan tahun. Peristiwa ini terjadi
sekitar tahun 2013 yang lalu dikala saya masih berpacaran. Pada saat
itu saya mulai melakukan
wakuncar setiap berakhir minggu dan
akhirnya saya mengetahui bahwa saya memiliki calon kakak ipar yang
bahkan lebih menarik ketimbang calon isteri saya. Saya mulai berpikir
untuk mengalihkan perhatian saya kepada calon kakak ipar dan ia pun
mulai bereaksi. Dari sorot matanya ia memang juga tertarik kepada saya,
bahkan selalu mau untuk diajak jalan-jalan bersama sekeluarga. Saya
terus mengadakan pendekatan dengan dia kemana pun dia pergi, namun
dengan tetap menjaga perasaan calon isteri saya. Sampai akhirnya
sebelum rencana menikah dengan calon isteri saya, saya memberikan dia
kesempatan untuk berterus terang menanyakan dia apakah dia mencintai
saya? Namun ia dengan menangis ia membohongi dirinya dengan mengatakan
bahwa ia tidak pernah mencintai saya, dan akhirnya saya memutuskan
untuk menikahi calon isteri saya atau adik kandungnya.


Selama
pesta pernikahan ia terlihat murung dan berusaha menyembunyikan
perasaannya, namun ia selalu mengawal kemana kami pergi hingga pesta
berakhir. Hal ini membuat saya merasa sangat berbahagia sepertinya saya
menikahi dua gadis sekaligus. Waktu terus berlalu dan saya tidak pernah
berjumpa lagi dengan kakak ipar saya.

Suatu kali, isteri saya melahirkan dan mertua saya memintanya untuk tinggal sementara di Pondok Mertua Indah
sepulang dari rumah sakit bersalin. Hal ini membuat saya senang karena
saya membayangkan akan sering berjumpa dengan kakak ipar saya lagi.
Rumah tersebut cukup besar serta dilengkapi oleh beberapa kamar mandi
di lantai dasar dan di lantai atas. Pada suatu kali, secara tidak
sengaja saya mendengar ada orang mandi di lantai dasar dan sepintas
terlihat bahwa yang sedang mandi adalah kakak ipar saya. Jantung saya
berdegup keras karena baru kali ini saya melihat pemandangan yang
sangat luar biasa. Mula-mula dia menanggalkan seluruh pakaiannya, lalu
mulai menyirami tubuhnya yang putih mulus dengan air dan mulai
menggosoknya secara lembut dengan sabun. Diusapnya wajahnya dengan
sabun, lalu diangkatnya ketiaknya dan diusapkannya terus ke payudaranya.

Disinilah
ia mulai mengelus dan memijat payudaranya selama beberapa menit dan ia
terlihat sangat menikmatinya. Lalu diangkatnya sebelah kakinya ke atas bath cuip
dan ia mulai menggosok bagian selangkangannya. Mulai dari ujung kaki,
naik terus dan sampailah pada gundukan rambut lebat dan digosoknya
perlahan-lahan dengan lembut dan berkali-kali. Tiba-tiba kepalanya
menengadah dan bibirnya mulai mendesis perlahan. Ia terlihat sangat
menikmatinya. Setelah itu ia mengambil sebaskom air mawar dan
dibasuhnya bagian kewanitaannya yang sangat sensitif itu. Mungkin agar
bagian tersebut menjadi harum baunya. Jantung saya berdegup sangat
keras dan hampir hilang kesadaran saya melihat wanita yang saya cintai
berada dalam keadaan tanpa busana dan melakukan sesuatu yang sangat exciting di hadapan saya.

Setelah
kejadian itu, saya makin sering berusaha menunggu waktu ia mandi dan
semakin sering saya mencuri-curi pandang kepadanya namun ia sepertinya
telah kehilangan semangat dan tidak mau secara langsung membalas
isyarat dari saya. Di hadapan isteri saya ia selalu memuji bahwa saya
dikatakan tampan oleh kawan-kawannya yang menjenguk isteri saya dan
kawan-kawannya senang mengobrol dengan saya. Saya merasa bangga dan
merasa yakin bahwa ia juga mencintai saya hingga suatu ketika isteri
saya pergi ke rumah sakit dengan diantar oleh mertua saya dan rumah
dalam keadaan sepi karena semua penghuninya belum pulang dari tempat
pekerjaan masing-masing. Pada saat itu saya baru saja pulang dari
kantor dan langsung menuju ke kamar kami. Belum sampai ke kamar, saya
melewati kamar kakak ipar saya yang pintunya terlihat terbuka. Dengan
rasa penasaran, saya mengintip ke dalam dan saya melihat ia sedang
tertidur dengan mengenakan baju yang tipis dan minim hingga tersingkap
pahanya yang putih dan mulus dan buah dadanya yang kencang menantang.
Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, saya masuk ke kamarnya dan
menguncinya. Mula-mula saya mengelus kakinya sampai menuju pahanya. Di
sini ia mulai bereaksi dan mulai terbangun. Ia sangat terkejut ketika
melihat saya ada di sisinya, namun saya tidak memberikannya kesempatan
lagi untuk berbicara dan segera menyumpal bibirnya dengan ciuman.

Mula-mula
ia meronta, “Ugghhh… ughhh… ughhh…” namun akhirnya ia pasrah saja
untuk saya ciumi. Mulai dari lehernya saya ciumi, sementara tangan saya
mulai meraba pahanya yang mulus sampai ke pangkal pahanya. Kancing
bajunya saya preteli satu persatu hingga tinggal BH dan CD-nya saja
yang tertinggal. “Jangan Dre… nanti ada orang…” gumamnya, namun
saya tidak menjawab tetapi terus aktif bekerja di selangkangan serta
mulai menghisap pentil payudaranya yang kecil mungil berwarna pink muda
dengan lingkaran coklat transparan.

“Uggghh… Ughhh… ssst…
ssst… ssst…” dia menggerinjal ketika jari saya mulai menyentuh
bibir kemaluannya yang sudah basah berat. Pantatnya mulai diangkat
menandakan ia sudah lepas kendali dan menikmati permainan ini.
Putingnya mengeras dan ia mulai menekan kepala saya agar saya lebih
keras lagi menghisap putingnya. “Auchhh… ssst… ssst… ssst Dre”,
rangkulannya semakin kuat dan bibirnya semakin ganas mencium seolah tak
ingin berpisah lagi selamanya. “Dre… Dre…” berkali-kali ia
bergumam, lalu secepat kilat ia menangkap batang kemaluan saya dan
mulai meremas-remas. Seketika itu juga ia melorotkan celana saya dan
membuka baju saya dan mulai mengarahkan batang kemaluan saya ke liang
kemaluannya.

“Jangan San… jangan, kamu kan masih perawan.”

“Tidak apa-apa Dre, kamulah cinta saya yang sejati, milikilah saya walaupun saya tidak dapat memilikimu Dre…”

Lalu
ia pun memeluk saya semakin kuat dan membimbing batang kemaluan saya
masuk ke dalam lubang kemaluannya dan bersatu dengan tubuhnya dalam
awan-awan surgawi.

Saya mulai mengegesek-gesek bagian luar
kemaluannya dan mulai menekan sedikit demi sedikit. Ia semakin
menggelinjang dan secepat kilat mencengkram pantat saya dan menekannya
ke bawah hingga seluruh batang kemaluan saya terbenam ke dalam
miliknya. “Sssst… ssst… ssst… aacch…” ia merasakan sedikit
kesakitan namun rasa nikmat mengalahkan rasa sakitnya. Saya mulai
mencabut kembali batang kemaluan saya dan mulai memompa naik turun,
hasilnya ia mulai meracau tidak terkendali lagi. “Dre… aaach… saya
sayang kamu Dre… saya cinta kamu Dre… milikilah saya Dre…”
pantatnya ikut diangkat naik turun mengikuti pergerakan saya semakin
cepat hingga akhirnya ia memeluk saya sekencang-kencangnya serta
melumat bibir saya sekuat-kuatnya lalu berkejut-kejut dan akhirnya
hening. Saya menyadari kalau ia telah mencapai orgasme, maka saya
meneruskan memompa dan ia pun mulai kembali lagi mengikuti irama saya.
Akhirnya saya merasakan sesuatu mendesak di ujung batang kemaluan saya
dan ia pun memeluk saya semakin kuat hingga akhirnya “Srreett…
sret… ssrett… Aachh…” seperti tanggul bobol kami merasakan
orgasme bersama. Tubuh kami menyatu bermandikan peluh.

Rasa puas, senang, bersalah berkecamuk menjadi satu di antara kami.

“Dre…
anggaplah kita tidak pernah melakukan hal ini walaupun saya secara
sadar mencintaimu, namun saya tidak mau menyakiti perasaan adik saya.
Biarlah cinta kita menjadi cinta sejati dan akan kukenang sampai aku
mati.”

“San maukah kamu menjadi isteri saya yang kedua dan tinggal
bersama kami? Saya berjanji akan membahagiakan kamu bersama adikmu
menjadi satu keluarga.”

“Tidak Dre, lebih baik saya pergi daripada
menyakiti perasaan adik saya karenanya kamu harus menjaganya dan
membahagiakannya selamanya, berjanjilah…” Saya hanya mengangguk
mengiyakan.

Seminggu kemudian, isteri saya memutuskan untuk
kembali ke rumah sendiri karena sudah cukup kuat untuk melakukan
kegiatannya sehari-hari dan sejak itu pula saya tidak pernah bertemu
dengan kakak ipar saya. Tiga bulan kemudian, saya mendengar kalau kakak
ipar saya dilamar oleh seorang duda tua seorang pengusaha yang sukses.

TAMAT

Kakak Ipar Cantik Membuatku Nekat