Headline

, Jakarta – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus menggalakkan pembinaan usia muda dengan menggandeng pihak swasta, seperti MILO School Competition.

Mulai 2014, ajang yang sudah bergulir ke-12 kalinya ini masuk dalam kalender resmi PBSI. Event ini juga menjadi satu-satunya kompetisi PBSI tingkat sekolah dasar. Tahun 2014, MILO School Competition digelar di Cirebon, Yogyakarta, Surabaya dan Palembang mulai 3 Februari hingga 26 April 2014 dengan total target peserta sekitar 2.600 siswa SD dan SMP.

“Merupakan penghargaan bagi MILO School Competition dapat masuk dalam kalender kegiatan PBSI, sehingga kompetisi ini naik ke level yang lebih tinggi sebagai sebuah kejuaraan bulutangkis di Indonesia. Kami berharap MILO School Competition dapat turut membantu menyiapkan generasi penerus bulutangkis berprestasi yang tidak hanya juara di lapangan tapi juga juara dalam kehidupan,” ujar Presiden Direktur PT. Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry.

MILO School Competition menunjuk Taufik Hidayat dan Tommy Sugiarto sebagai duta. Hal ini diumumkan di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/14). Selain itu, ada juga atlet Pelatnas PBSI Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

“Saya menjadi bagian dari perjalanan MILO School Competition sejak 2006, oleh sebab itu saya sangat bangga MILO School Competition masuk kalender kegiatan PBSI, sehingga memperkuat posisi MILO School Competition sebagai kompetisi bulutangkis pertama dan bergengsi antar sekolah di Indonesia,” ujar Taufik.

Para juara dari empat kota nantinya akan mendapatkan pelatihan dari Taufik Hidayat sebelum melakoni partai Grand Final di Jakarta awal Juni 2014.

“Yang berbeda pada tahun 2014 ini adalah, para juara nasional diberi kesempatan menjajal kemampuannya dalam ‘Perang Bintang’ melawan atlet-atlet nasional,” kata Business Executive Manager Beverages Nestl Indonesia, Prawitya Soemadijo.

“Diharapkan akan dapat membangun rasa percaya diri mereka. Kami berharap, kompetisi ini tidak hanya sebuah kompetisi tapi juga merupakan langkah awal bagi para calon juara sejati untuk belajar nilai kehidupan dari olahraga,” ia mengakhiri.