Paus: Internet Adalah Pemberian dari Tuhan

26th January 2014 | Cat: teknologi | 1097 Views | No Comments

Headline

, Jakarta – Paus Francis menyatakan, internet adalah pemberian dari tuhan. Tetapi komunikasi di dalam internet yang bertujuan memanipulasi adalah pekerjaan iblis.

Paus berbagi pemikirannya tentang internet yang dinilai sebagai berkah, tetapi juga menyatakan kekhawatirannya bahwa internet bisa merusak hubungan antar manusia dan menimbulkan semacam kekerasan komersial pada pengguna.

“Internet, khususnya, menawarkan kemungkinan besar untuk pertemuan dan solidaritas. Ini adalah sesuatu yang benar-benar baik, karunia dari Tuhan,” ujarnya seperti dikutip TheRegister.

Tetapi Paus juga memberikan analisisnya tentang beberapa kelemahan dari komunitas online.

Menurutnya, kecepatan informasi yang disampaikan di internet melebihi kemampuan kita untuk membuat suatu refleksi dan penilaian diri sehingga tidak membuat ekspresi diri yang tepat.

Meski bermanfaat, internet juga memungkinkan orang untuk mengurung diri di belakang sumber informasi yang hanya menegaskan keinginan dan ide-ide pribadi, atau berupa kepentingan politik dan ekonomi.

“Dunia komunikasi dapat membantu kita untuk memperluas pengetahuan kita atau kehilangan pegangan hidup,” katanya.

Paus menyatakan bahwa kekaguman pada konektivitas digital dapat mengisolasi diri kita dari tetangga, dari orang-orang terdekat kita. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan fakta bahwa mereka yang memiliki akses kurang ke sosial media beresiko untuk menjadi orang yang tertinggal.”

“Setiap kali (ada) komunikasi yang ditujukan untuk mempromosikan konsumsi atau memanipulasi orang lain, (berarti) kita berhadapan dengan bentuk kekerasan agresi, seperti diumpamakan orang yang dipukuli perampok dan ditinggalkan di jalan,” paparnya.

Paus juga menjelaskan, internet harus tumbuh menjadi sarana pertemuan yang tepat. Menurutnya, manusia tidak bisa hidup terpisah, menutup diri kita sendiri. Manusia perlu mencintai dan dicintai.

“Strategi media tidak menjamin kecantikan, kebaikan dan kebenaran dalam berkomunikasi. Dunia media juga harus peduli dengan kemanusiaan,” ujarnya. [mor]