Pesta Pernikahan

8th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1510 Views | No Comments

www.sang-pakar.site Pesta Pernikahan

Aku mempunyai pengalaman seks dan ingin
kubagikan kepada para pembaca. Kisah ini terjadi beberapa waktu yang
lalu, dimana aku sudah mempunyai seorang suami yang sampai sekarang
masih tetap hidup rukun. Pengalaman seksku ini bukan pengalaman yang
terjadi di antara aku dan suamiku, melainkan karena keadaan dimana aku
terangsang oleh kehadiran seorang pria yang membuatku terpaksa untuk
melakukannya. Dimulai dengan kejadian undangan pesta pernikahan kawanku.

“Kringggg… kringggg…” dering telpon rumahku berbunyi.

“Hallo…” sapaku, rupanya teman SMA-ku sebut saja Lina yang menelepon.

“Kamu pasti datang kan Len?” tanya Lina.

“Tentu saja aku datang, undangannya sudah kuterima kemarin sore kok.” jawabku.

Setelah
berbincang sejenak maka telpon kututup. Maklumlah aku adalah seorang
wanita karier, jadi karena jadwalku yang padat sering kali aku banyak
tidak menghadiri acara-acara pernikahan teman-temanku yang lain. Namun
kali ini yang menikah adalah Lina sahabat baikku, jadi mau tidak mau
aku harus menyempatkan diri untuk menghadirinya.

Pagi ini
setelah bertemu dengan client, handphone-ku berbunyi lagi. Rupanya Lina
lagi yang menelpon memastikan aku untuk datang besok ke pernikahannya,
sekalian juga mengundang untuk acara widodaren malam ini. Namun
aku lupa telah berjanji untuk menemani suamiku bertemu dengan
client-nya untuk acara dinner malam ini. Jadi aku meminta maaf kepada
Lina dan aku berjanji kalau besok pada hari H-nya aku akan datang ke
pernikahannya.

Malamnya, aku menemani suamiku untuk dinner
dengan client-nya di salah satu hotel berbintang lima di kotaku. Kami
memesan tempat terlebih dahulu dan memberitahukan kepada pelayan jika
nanti ada yang mencari suamiku harap diantarkan ke tempat kami. Memang
hampir semua pelayan disana telah banyak mengenal kami. Karena memang
tidak jarang suamiku mengajak client-nya untuk Dinner di sana, tentunya
untuk berurusan bisnis.

Kira kira 15 menit kemudian, datang
seorang Lelaki yang umurnya rasanya tidak berbeda jauh dengan suamiku,
dia didampingi dengan seorang wanita yang sangat anggun, meskipun
parasnya tidak begitu cantik. Suamiku pun bangkit berdiri dan
memperkenalkan diriku kepada mereka berdua. Rupanya lelaki itu bernama
Surya dan istrinya Helen. Mereka pun duduk berdampingan bersebrangan
dengan suamiku. Tidak lama kemudian, suamiku dan Surya terlibat
pembicaraan yang seru soal bisnis mereka. Sementara aku pun asik
sendiri dengan Helen berbincang dan bergosip. Namun kurasakan sesekali
Surya sering mencuri pandang padaku. Maklum saja malam itu aku
mengenakan baju berbelahan dada yang renda berwarna hitam yang tentunya
sangat kontras dengan kulitku yang putih dan rambutku yang berwarna
coklat kemerahan.

Dalam hati kecilku sebenarnya aku juga
diam-diam mengagumi Surya. Badannya tinggi dan kekar serta
penampilannya mempesona seolah memiliki kharisma tersendiri, ditambah
lagi wajahnya yang tegas namun menunjukkan kesabaran serta sorot
matanya yang tajam. Berbeda sekali dengan suamiku. Diam-diam ternyata
aku juga sering memperhatikan Surya. Tidak terasa waktu menunjukkan
pukul 21:00, Surya dan Helen pun pamit kepada kami karena mereka sudah
berjanji akan pergi bersama saudara Helen yang kebetulan berulang
tahun. Setelah membereskan pembayaran, aku dan suamiku pun pulang ke
rumah.

Besoknya, seperti yang sudah di janjikan, aku pergi
bersama suamiku ke pernikahan Lina. Benar-benar suatu pesta yang sangat
meriah. Tamu yang diundang begitu banyak dan semua ornamen di dalam
gedung serta keseluruhannya benar benar tertata dengan indahnya.
Setelah hidangan utama keluar, aku permisi kepada suamiku hendak ke
toilet. Ternyata Toilet di lantai atas dimana pesta berlangsung sangat
penuh. Aku pun berinisiatif untuk turun ke lantai bawah sekalian hendak
ke counter kue dengan maksud hendak membelikan kue untuk anakku.

Ketika
menunggu lift, aku tersentak ada seorang lelaki menyapaku. Ternyata
Surya, teman suamiku yang bertemu semalam. Dia mengatakan dia mau turun
juga sebab dia merasa mobilnya belum di kunci begitu katanya. Kami pun
bersama memasuki lift. Aku jadi serba salah karena lift itu kosong dan
tinggal kami berdua saja. Apalagi ketika Surya mendekatiku dan
mengatakan kalau penampilanku sangat cantik malam ini.

Malam itu
aku mengenakan terusan berwarna merah menyala dengan bagian punggung
terbuka, dan bagian depan hanya di ikatkan ke leherku. Jantungku
berdegup makin kencang. Tidak munafik aku pun semalaman terbayang terus
akan Surya. Suasana jadi hening di dalam lift. Surya mendekatiku dia
mengatakan bahwa sejak kemarin dia pun selalu teringat akan diriku,
bahkan ketika malamnya dia bercinta dengan istrinya pun dia
membayangkan sedang bercinta denganku. Aku pun tersentak sekaligus
senang aku hanya tersenyum saja.

Tiba-tiba tangan Surya menarik
tanganku. Dia mendekati wajahku dan mencium pipiku dengan lembut. Aku
tidak kuasa untuk menolaknya. Lalu tiba-tiba Surya berjalan ke tombol
lift dan dia memencet tombol lift hingga lift-nya pun berhenti. Aku
menjadi serba salah, dalam hati aku sangat takut, tetapi aku juga
diam-diam sangat menginginkan semuanya terjadi. Lalu Surya mendekatiku
lagi, dia mencium bibirku dengan lembut. Nafasku semakin tidak teratur,
aku pun tidak kuasa menolaknya. Kami pun melakukan french kiss
dengan hebatnya. Tangan Surya perlahan meraih belakang leherku dan
menarik tali pengikat bajuku, rupanya dia berusaha membuka pakaian
pestaku yang dirasakannya menghalangi pemandangan indah yang sudah
dinanti-nantikannya. Aku pun tersentak, tetapi dia membungkam mulutku
lagi dengan ciuman-ciumannya, aku hanya bisa mengikuti permainan ini
sambil mendesah menghayati kenikmatannya.

Perlahan ciuman Surya turun ke leherku Sambil tangannya sudah megusap dan meremas-remas buah dadaku.

“Uhhh…” desahku karena begitu nikmat usapannya, begitu lembut namun kuat.

Kemudian
tanpa kusadari Surya telah menghisap buah dadaku yang sebelah kiri
sambil tangan kanannya meremas-remas pelan ke buah dadaku yang sebelah
kanan. Dihisapnya dan dijilatinya putingku yang sudah mengeras.
Dipermainkannya putingku dengan lidahnya yang nakal.

“Uuuhhh…” aku tidak tahan rasanya.

Kuremas-remas rambut Surya, “Uuuhhh… Suurrr…” aku tidak tahan, “Uuuhhh…”

Lalu
Surya menarik tanganku ke arah ikat pinggangnya. Langsung kutarik ikat
pinggangnya dan kulepaskan pengail dan resletingnya. Surya pun
melorotkan celananya, lalu dia menyibakkan rokku hingga pahaku yang
putih dan mulus terlihat dengan jelas. Sekilas kulihat batang kemaluan
Surya telah berdiri dengan tegaknya.

Surya menatapku dalam-dalam, kemudian menciumku dari bibirku kemudian turun ke buah dadaku.

Dan tiba-tiba, “Blesss… aaaccchhh…”

Lubang kemaluanku terasa hangat, “Uuuhhhh… Surrr… nakal kamu…”

Surya hanya tersenyum saja. Dia lalu menggoyangkan batang kemaluannya keluar masuk keluar masuk, makin lama semakin cepat.

“Uuuhhh Surrr… nikmatt sekalii… uuuhhh…” aku merintih merasakan nikmat yang tidak terkira.

Goyangan
yang dilakukan Surya makin lama semakin cepat… makin cepat… tubuhku
tidak kuasa menerima hujaman batang kemaluannya yang begitu dahsyat.
Kurasakan sangat penuh di dalam lubangku.

“Aacchhh… Surrrr…
aku tak tahan lagi… uuhhh…” desahku kepadanya karena merasakan
kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

“Tahan sayang… kita keluar sama-sama…” katanya mencoba mengatur tempo permainan kami.

Surya
pun menggoyangkan pinggulnya semakin cepat. Surya melakukan gerakan
keluar masuk berulang-ulang sambil sesekali pinggulnya diputar-putar
untuk menambahkan kenikmatan bersenggama.

“Aacchhh… nikmat sekali…” desahku kepadanya yang kali ini diikuti dengan tercapainya orgasmeku.

Goyangan
pinggulnya yang mendesakku hingga terhimpit dipojokan lift semakin
menggebu-gebu dengan gerakan keluar masuk yang semakin lama semakin
cepat. Iramanya pun semakin tidak beraturan karena kami melakukan
dengan posisi berdiri dan aku bersandar pada pojokan dinding lift.

“Aaacchhh…”
tubuhku menegang, kepalaku tetarik ke belakang dan, “Crooottt…
crooottt… crooottt…” kurasakan air mani Surya menyemprot ke dalam
rahimku.

Tubuhnya menegang sambil merapat ke tubuhku, nafasnya
terengah-engah menikmati permainan yang baru saja kami lalui dengan
wktu dan tempo yang cepat.

“Uuuhhh…” desahku terkahir kali menghayati permainan seks kami.

Surya menciumi bibirku kembali, kami melakukan french kiss
sejenak, kemudian dengan cepat membereskan pakaian kami kembali yang
berantakan karena terburu-buru melepaskannya tadi. Setelah saling
membetulkan pakaian, Surya pun menekan tombol lift kembali dan kami
meluncur langsung naik ke atas, kali ini kembali ke tempat pesta
berlangsung. Rupanya Surya memang tidak bermaksud turun, dia segera
berlari ke lift ketika dia melihatku berjalan keluar ruangan. Setelah
saling menukar nomer telpon, kami pun berpisah. Sambil masuk ke
ruangan, Surya mengerlingkan mata nakalnya kepadaku, aku hanya
membalasnya dengan senyuman saja. Ketika aku kembali ke tempat duduk,
suamiku bertanya kenapa aku lama. Aku bilang saja bertemu dengan teman
lama dan sempat mengobrol dengannya sejenak.

Dan tidak lama
kemudian, acara pun diakhiri dengan foto bersama pengantin. Setelah
memberi selamat kepada Lina, aku dan suamiku pun pulang ke rumah.
Malamnya, aku banyak tersenyum-senyum sendiri karena masih mengingat
kejadian yang begitu indah dan menggairahkan bersama dengan Surya di
lift tadi.

TAMAT                   

Pesta Pernikahan