Udah Perawan Bohai Lagi Oh Nikmatnya

3rd August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1519 Views | No Comments

www.sang-pakar.site Udah Perawan Bohai Lagi Oh Nikmatnya

Saya lulus SMU tahun 2016, waktu itu saya
masuk sebuah sekolah akademik diploma 1 tahun di Bandung, dan ternyata
semua mahasiswi-mahasiswinya di sini lumayan cakep-cakep juga. Setelah
2 minggu lewat saya mulai akrab dengan semua mahasiswa-mahasiwa
sekampus, dan terus terang di jurusan saya (Manajemen Informatika),
perempuannya hanya sedikit sekali, dan kampus ini juga baru berdiri
jadi belum begitu terkenal.

Setelah tiga minggu belajar di
kampus ini, ternyata ada mahasiswi baru yang cantik, putih dan
bercahaya, pakaiannya juga biasa-biasa saja tetapi semua laki-laki di
kelasku, melongok melihat dia. Yaaa ampun, cantik benar nih. Jam mata
kuliah pertama selesai dan anak-anak laki-laki di kelasku banyak yang
kenalan tapi terus terang hanya saya dan temanku berdua bisa dibilang cool, kami hanya keluar dan makan di kantin. Saya benar-benar belum punya nyali
untuk dekat dengan wanita-wanita di kampus waktu itu. Dan dengan si
mahasiswi baru itu pun kenalnya sangat lama sekali. Sebut saja nama
panggilannya Ani. Saya yang baru memasuki dunia baru di perkuliahan,
dan melihat cewek-cewek di kampus pun begitu menggebu-gebu nafsu
birahiku. Tapi saya hanya punya pikiran dan perasaan sama si Ani ini,
mungkin banyak cowok lainnya berpikiran dan berperasaan begitu juga,
tapi saya tidak PD, dan saya itu bisa dibilang pendiam dan rata-rata
menurut teman-teman, saya ini punya wajah lumayan ganteng. Yaaa… itu
sih menurut teman-temanku.

Waktu perkuliahan pun terus berjalan,
dan setelah 3 bulan lebih saya mulai akrab dengan Ani ini dan mulai
sering ngobrol (sebelumnya hanya kenal senyum saja, ataupun hanya
menanyakan tugas mata kuliah). Dan ternyata Dia ini lagi cuti kuliah di
salah satu perguruan tinggi swasta hukum terkenal di Bandung, tapi saya
lupa waktu itu dia semester berapa, yang saya ingat waktu itu saya
berumur 19 tahun dan dia berumur 22 tahun. Dan ternyata dia sudah punya
pacar. Waduh hatiku lemas, walaupun sudah jarang ketemu tetapi
statusnya masih resmi pacaran.

Saat kami berdua ngobrol, dia suka curhat
tetapi saya suka mencuri pandangan ke arah buah dadanya yang indah
menawan itu. Waduh pokoknya bulat tegap dan sedikit runcing, begitu
juga kulitnya tidak satupun bekas goresan luka, hanya putih mulus dan
pantatnya bulat menantang. Kalau dilihat dari belakang, waduh.. membuat
kemaluan saya berdiri tegap dan ingin kuremas-remas dan ditancap dari
belakang. Bayangkan kalau berjalan dia berlenggang-lenggok. Dia
memiliki rambut yang indah, hitam dan panjang, berhidung mancung,
berbibir tipis, alis dan bulu mata yang lentik (tapi seperti cewek
bule). Dan memang cewek ini anak seorang yang kaya raya. Dan kami pun
menjadi dekat dan akrab, tapi tidak tahu dia itu sukanya bareng dan
jalan sama saya saja. Padahal kan banyak teman cewek di kampus itu
ataupun cowok yang lain. Yaa.. tapi saya pun sangat senang sekali bisa
jalan bareng sama Ani, Dia pun sering mengajak saya main ke rumahnya.
Namun itu tidak pernah terjadi, mungkin saya tidak biasa main ke rumah
cewek. Dan akhirnya dia ingin main ke rumah saya, waduh saya juga
bingung karena saya juga belum pernah kedatangan teman cewek apalagi
seperti dia, tapi dia terus memaksa saya.

Suatu hari di kampus,
mata kuliah satu sudah selesai dan harus masuk lagi untuk mata kuliah
yang kedua, tapi waktunya sore hari, dan ketika sudah selesai mata
kuliah satu, kami pun merasa BT kalau di kampus saja, dan Ani
memaksa saya untuk main ke rumah saya, katanya ingin tahu tempat
tinggal saya dan sekaligus ingin curhat. Ya untungnya rumah
saya itu hanya ada saudara saya (karena saya tidak tinggal bersama
orang tua) dan rumah itu milik nenek saya. Oleh karena itu kehidupan
saya bebas dan saling cuek sama anggota keluarga lainnya di rumah itu.
Tidak ada saling curiga atau hal apapun, yang penting tidak saling
merugikan satu sama lain.

Kami pun berdua pergi ke rumah saya.
Siang bolong, ketika sudah sampai di rumah, Ani saya persilakan masuk
ke kamar saya dan ternyata saya tidak grogi atas kedatangan cewek
cantik ini. Dan ketika baru mengobrol sebentar lalu dia bicara, “Ted
panas yaah hawa di Bandung sekarang ini.”

“Iya nih!” sambil kubawakan minuman dingin yang sangat sejuk sekali.

“Ted… boleh nggak saya buka baju, kamu jangan malu Ted, saya masih pake pakaian dalam kok, habis panasss siiihh…”

Waduh memang saya merasa malu waktu itu dan sedikit deg-degan jantungku.

“Aduuh gimana kamu ini, emang kamu nggak malu sama aku?” bantahku.

Tapi
kan dia sudah ngomong kalau dia masih memakai pakaian dalam. Kemudian
saya keluar kamar sebentar untuk mengambil makanan ringan di lemari es,
dan ketika saya memasuki kamar lagi, ya ampun.. pakaian dalam sih
pakaian dalam tapi kalau ternyata kalau itu BH yang super tipis dan
kelihatan puting susunya. Waduh, saya sangat grogi waktu itu dan saya
pun sering memalingkan wajah, tapi tidak dapat dipungkiri, kemaluan
saya pun berereksi dan aliran darah saya pun mengalir tidak karuan,
apalagi hawa sedang panas-panasnya.

“Ayo sekarang kamu mau curhat lagi?” kataku.

“Nggak sih Ted, saya udah minta putus sama dia (pacarnya-red) dan dia setuju untuk resmi putus.”

“Ya udah… abis gimana lagi”, katanya.

Dalam
hatiku, asyik dia sudah putus, dan saya pun berpura-pura bersedih,
karena memang kasihan melihat wajahnya sedikit pucat dan sedikit
menangis. Dia memelukku sambil sedikit bicara kepadaku, tapi itu lho
anuku tidak bisa diam dan semakin panas saja suhu tubuhku. Ketika
kuelus rambut dan punggungnya, eh dia menciumku dan kubalas ciumannya
dan dia membalas lagi, semakin lama kami berciuman dan dia memasukkan
lidahnya ke mulutku. Waduh, ini benar-benar mengasyikan dan terus
terang ini adalah pertama kali bagiku. Dan dia pun mengeluarkan suara
desahan yang sangat lembut dan sensual, dan dituntunnya tanganku ke
buah dadanya, langsung saja kuremas-remas dan BH-nya pun kubuka. Wow,
buah dada yang sangat indah, putih, bulat berisi dan mancung serta
puting yang bagus, sedikit warna merah di seputar putingnya dan
berwarna coklat di puncaknya, sekali-kali kupelentir putingnya dan dia
pun mendesah kuat, “Ssstthhh ha.. hah.. aahh.. okhs Ted, bagus Ted,
eeenakk”, suaranya yang kecil dan merdu. Dia membuka bajuku dan aku
kini dibuatnya telanjang, tapi aku hanya pasrah saja, tidak ada rasa
malu lagi.

“Apa kamu sering melakukan ini sama pacar kamu?” kataku.

“Iya
Ted, tapi nggak sering.. aaksshhh…” kata dia sambil mendesah,
tanganku diarahkannya ke liang kemaluannya, dan langsung kuelus-elus
sambil lidahku menjilat putingnya yang indah itu. Sedikit-sedikit
kuselingi dengan gigitan ringan tepat di puncaknya, dan dia menggeliat
keenakan. Dan kemaluannya pun basah. Kubuka celananya dan celana
dalamnya secara perlahan.

Oh iya, kami melakukannya di sofa
kamarku tepat di depan TV dan stereo-set. Dan kami lagi sedang
mendengarkan lagu-lagu rock barat tahun 70-an, ketika kubuka CD-nya,
yes.. dia memiliki kemaluan yang bagus, bulu sedikit, dan memang dia
masih perawan, dengan pacarnya juga hanya melakukan oral sex. Tetapi
saya belum berani untuk menjilat kemaluannya, saya hanya mengesekkan
tangan saya ke bibir kemaluannya. Eh ternyata dia turun dari sofa dan
menghisap batang kemaluanku, “Aaakshh… hsstt oks!” dia menjilati biji
pelerku dan dia mengisap kemaluanku lagi sambil dipegang dan
dikocoknya. “Waduuhhh… enak sekalii akkhhss…” aliran-aliran darahku
mengalir dengan serentak dan ingin kumasukkan kemaluanku ke liang
kemaluannya, tapi apa dia mau? Beberapa menit kemudian.. “Ted, kamu
punya barang gede enggak, kecil enggak, panjang enggak and pendek
enggak, tapi bener Ted, saya sangat suka kamu punya barang”, katanya
sambil berdiri dan lubang kemaluannya dihadapkannya ke wajahku aku
semakin tidak kuat saja.

Langsung saja kujilat liang
kemaluannya. Wah agak bau juga nih, tapi bau yang enak. Semakin lama
semakin asyik dan sangat enak, dan dia pun merintih-rintih kecil,
“Uwuuhh ooo… sstt akhs… akhs… akhs… ooohhh aahh… sstth”,
sambil tubuhnya agak bergerak nggak karuan, mungkin jilatanku belum
pintar tapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku. Lalu dia
berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi,
entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang
kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang
kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Tapi saya memberanikan untuk
bicara.

“An, kamu masih perawan nggak?”

“Iya… aksshhh… ssstt… ssstt aakhs”, katanya. Ternyata dugaanku benar.

“Tapi sama pacar kamu itu?”

“Iya tapi kalau aku sama dia hanya oral aja”, kata Ani.

“Tapi Ted, gimana kalau kita ini sekarang…” dia tidak melanjutkan pembicaraannya.

“Okh…
ookh… okh… ssstt…” dia mencoba untuk memasukan batang kemaluanku
ke lubang kemaluannya dengan bantuan tangannya. Dengan begitu, aku pun
berusaha untuk memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, dan
secara perlahan kugesekkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dan
sedikit demi sedikit kumasukkan kemaluanku, tapi ini hanya sampai
kepala aja, dan… “Ooohh aaakksshh.. ahh.. ah.. aahh.. oohh… sset”,
dia merintih- rintih. Aku terus menggenjot dia.

“Ted, ternyata pedih juga, aahhh!” katanya.

“Tapi teruskan saja Ted…”.

Kulihat
wajahnya memang mengkhawatirkan juga, tapi yang kurasakan adalah
kenikmatan, meskipun itu masih tersendat-sendat dan sedikit kehangatan,
“Ookkhhss… sstt, aduh nikmatnya”, kataku. Dan memang ada sedikit
darah di batang kemaluanku dan yes.. semua batang kemaluanku masuk, dan
benar-benar nikmat tiada tara, dan hilanglah perawannya dan perjakaku.

“Sssttt..
sssttt..” desahannya yang merdu dan menggairahkan apalagi didukung oleh
kecantikannya dan mulus kulitnya. Dan kami masih melakukan gaya
konvensional dan terus kugenjot naik turun, naik turun dan tumben, aku
masih kuat dan menahan kenikmatan ini, karena kalau aku sedang onani,
tidak selama ini. Di lantai itu kami melakukannya serasa di surga.
“Assh.. asshh.. aakss.. ooohh.. aksh.. sstt”, dia menjerit-jerit tapi
biarlah kedengaran oleh saudaraku, yang lagi nonton TV di ruang
keluarga. Karena pasti suara jeritan Ani ini kedengaran. “Terus Ted,
aduhh Ted kok enak sih… aaksss ssttss…” katanya sambil merem melek
matanya dan bibirnya yang aduhai melongo ke langit dan langsung kujilat
lidahnya. “Duuhhh aaahss sstt duh An, aku mau keluar nih!” kataku.
“Uuhhsss ssttt jangan dulu dong Ted… bentar lagi aja”, katanya. Tapi
memang saya waktu itu sudah nggak kuat, ehh ternyata… “Sss ooohh
akkhhss… ooohh, duh Ted boleh deh sekarang, kamu dikeluarinnya di
sini aja”, sambil ditunjukanya ke arah payudaranya. Dan… “Creett…
cret… cret… crret” dan air maniku yang banyak itu menyemprot ke
payudaranya dan sekitar lehernya. Selesailah main-main sama Ani, dan
waktu pun menunjukan arah jam 5 lebih dan memang kami sudah telat untuk
pergi lagi ke kampus memasuki pelajaran Mata Kuliah kedua.

Kami
berdua terkulai dan ketiduran di lantai itu dalam keadaan masih
telanjang, dan lagu di stereo tape-ku pun sudah lama habis.
Bangun-bangun sudah hampir jam 19.00, kami pun bergegas berpakaian dan
aku pergi ke kamar mandi untuk mandi, sesudah saya selesai mandi dia
juga mandi, dan akhirnya kami pergi jalan-jalan sekalian mencari makan.
Kami pergi ke daerah Merdeka dan makan. Sesudah itu kami nonton di
Bioskop. Di Bandung Indah Plaza (BIP), lupa lagi waktu itu kami nonton
apa. Sesudah selesai nonton Ani tidak mau pulang dia ingin menginap di
rumah saya. Waduh celaka juga nih anak, ketagihan atau dia lagi ada
masalah dengan keluarga di rumahnya. Setelah kami berbincang-bincang,
ternyata dia tinggal tidak bersama orang tuanya, sama seperti saya. Dia
tinggal bersama bibinya, dan memang tidak ada perhatian bibinya kepada
Ani. Dan kami berdua pulang ke rumah saya dengan membawa makanan
ringan, minuman (beer dan Fanta). Sesampainya di rumahku, kami berdua
mengobrol lagi sambil menonton TV, dan kusuruh dia tidur duluan,
kamipun tidur sambil berpelukan terbuai terbawa oleh mimpi indah kami
berdua.

sejak saat itulah kami resmi berpacaran, dengan begitu
makin sering juga kami melakukan perbuatan “nikmat” seperti yang telah
kami lakukan sebelumnya.

TAMAT                   

Udah Perawan Bohai Lagi Oh Nikmatnya